
Been given 24 hours
to tie up loose ends
to make amends
His eyes said it all
I started to fall
and the silence deafened
Nada dering ponsel yang aku setting dengan lagunya Jem 24 membangunkan diriku dari kelelahan, mencoba menguraikan ruangan yang masih terasa kabur dalam pandanganku, ada satu pesan masuk di hp, ku coba membukanya..
Sayang, udah bangun kan? :-* aku msh disanggar senam yah, love u :-*
Kututup sms dan kubuka Yamee, masih ada beberapa offline message yang kubaca ;
“Sayang”
Ko diem aja?
Aku khawatir nich..
Td di sms juga diem
honey…
Hallo..
sayang, kamu marah ya? Maafin aku ya semalem ketiduran.
Aku diamkan semua message itu tanpa ku reply satupun. masih ada kekesalan yang menghimpit setelah semalaman aku belajar sendiri tanpa sapa-nya.
Aku beranjak dari tempat tidur, kulangkahkan kaki menuju kamar mandi, ku ambil air wudhu. Segar sekali rasanya walaupun mataku masih agak menyipit 5 watt pertanda rasa kantuk itu masih bersemayam.
Setelah menghamparkan sajadah, aku kembali bersujud dengan kekasih sejatiku, aku bersimpuh dan mengadu semua kekesalan dihati, mengadu semua unek-unek yang tersimpan didada. Setelah hampir tiga puluh menit aku bersimpuh, barulah kelegaan yang amat sangat kurasakan.
Dan aku di hadapkan kepada kesadaran bahwa cinta tidak boleh membawa perasaan kita kepada batas kemarahan, karena dalam cinta harus ada kepercayaan. Mungkin saja memang benar ketiduran atau memang tidak bisa masuk YM karena kegagalan koneksi. aku jadi teringat setiap kata-katanya
” Han…selalu berusahalah untuk posti (Positive thinking) yach, ga boleh neti-neti lagi lho”
Aku tersenyum setiap kali memandangnya, memandang senyumnya yang hangat. senyum yang senantiasa membuatku bersemangat. dan tanpa pikir panjang lagi, kuraih HP-ku dan ku reply messages-nya
“Pagi juga baby, aku gpp kok. semalem memang kesepian tanpamu, tapi pagi sudah mencairkan semuanya. temani aku belajar hari ini yach, ga boleh pergi-pergi lagi “
Dan message-pun terbalas
“30 menit lagi aku dah sampai di warnet han, memenuhi janjiku kemarin, uhm.. pake webcam kan ?”
Oops… aku bergegas kekamar mandi, setelah cuci muka, bersisir, langsung menuju warnet yang tak jauh dari apartemen yang ku tempati. Matrix Net adalah warnet langgananku, karena letaknya yang berada diantara tempat tinggalku dan Universitas Jendral Soedirman, dimana aku menimba ilmu di sana. setelah lama kunanti akhirnya… satu status terlihat “dewi’s status is available”
“Assalamualaikum”
Dan nun jauh disana….aku melihat senyumnya yg menghangatkan hatiku, tatapan yang teduh dan penuh cinta, suaranya yg tenang dan penuh kasih….. semoga akan abadi selamanya
***
(Cerita tersebut hanyalah kisah fiksi belaka, menuangkan apa yang ada di benakku saat ini)
Cinta… manusia hidup dalam kecintaan, dari sejak lahir mereka memiliki kecintaan terhadap orang tua yang mengasuhnya, kecintaan terhadap lingkungan sekitarnya, dan saat beranjak dewasa kecintaan terhadap lawan jenis mulai timbul, wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak… (QS. Ali ‘Imran:14)
Tapi perlu di ingat, kecintaan kita terhadap ‘makhluk’ tidak boleh melebihi kecintaan kita terhadap ‘Khaliq’. Buktikan kecintaan anda terhadap ‘Khaliq’ dengan senantiasa mengikuti pembawa risalah sejati, Muhammad SAW.
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali ‘Imran: 31)
Filed under: Religi , cerita cinta, renungan
Recent Comments