
Peluhnya masih bercucuran membasahi baju hitamnya yang sudah semakin lusuh. Jalannya tergopoh menahan derita dipundaknya yang tak kunjung reda, cobaan dan terpaan dari sang pemilik kerajaan langit dan bumi tak membuatnya redup. Tangisan bocah dalam gendongannya seolah meneriakkan kepada wanita tua itu untuk tetap tegar menapaki hari walau tanpa lelaki yang menjadi tumpuan dan sandaran jiwanya.
Kereta masih terus berjalan melintasi sawah-sawah para petani yang nampak sudah mulai menguning, dan terlihat kebun-kebun buah yang siap untuk di panen, menyambut musim panas, membasahi kerongkongan penduduk negeri gurun yang lelah dan dahaga.
Sejenak kedua mata itu menatapku dengan tajam, membelalakan kedua bolamatanya yang tersembunyi dalam kepiluan, sesaat kemudian senyumannya tersungging diantara kedua bibirnya yang semula tertutup rapat, nampaknya, tak ada sisa makanan yang ia dapatkan di senja ini. Dia terus menatapku yang terselip diantara lelaki berjubah putih berjenggot tebal dan panjang. Sosokku yang terlihat aneh diantara kerumunan membuat wanita renta itu berjalan mendekat, menjulurkan tangan kanannya yang tergetar dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.
Kusambut tangan lembut itu dengan selembar poundsterling, dengan harapan dari yang kecil ini, dapat membantunya mengiringi langit senja yang semakin memerah. Dalam kegirangannya, bocah kecil dalam gendongan yang sedari tadi menangis pilu, kini suaranya berangsur pelan dan semakin terdengar lirih. Dari kedua bibirnya terucap
“Syukron Yabni, Rabbana naggahku”
Terima kasih nak, semoga Tuhan menyelamatkanmu.
Keretapun terus berjalan menyusuri lajurnya, tanpa hiraukan antrian kendaraan disetiap pintu lintasan kereta, melaju kencang menembus kerumunan dan lorong-lorong tuk menepati janjinya mengantarkan penumpang sampai di cairo dengan selamat.
(Sebuah Perjalanan dari Alexandria – Cairo)
***
Sahabat, ada secuil rezeki mereka yang Allah titipkan pada kita. Akankah kita biarkan nenek tua yang merajuk di jalanan mengais sisa-sisa makanan, berharap sekocek receh dari para penderma. Mungkinkah hati kecil kita tak pernah berontak melihat anak jalanan yang telah dirampas usianya demi bertahan hidup, mereka mengorbankan masa belajarnya, meninggalkan bangku sekolah yang kelak menjadi tumpuan masa depan dan cita-citanya sekedar untuk mencari sesuap nasi?
Filed under: Religi













Kusisihkan penghasilanku 2,5%, kan kuberikan kepada yang berhak mendapatkannya.
salam superhangat
=> wah mas cenya bener2 hamba yang selalu mensyukuri nikmat-Nya.. semoga dapat ditiru oleh saudara2 kita yg blm sadar akan indahnya berbagi
Kang aku senang dengan tulisanmu mas . ini mengingatkan kita agar terus berinfaq. Insya Allah aku sisihkan setiap Hari Insya Allah walau sedikt moga berlanjut terus . Mas mampir ya berbagi sedikit datang ya
=> hanya lamunan di kereta saja kawan.. infaq itu walau sedikit yang penting ikhlas..
semoga mendapat balasan yang berlipat ganda, sebagaimana yang telah Allah janjikan kpd kita… “Innalloa la yukhliful mi’ad”
Sedekah bs menghalau musibah. Trimakasih trs diingatkan. Btw dgr2 dah jadian ni,uhm slamat ya!
=> bener kang, biar ga bencana terus, ayo pada rajin sedekah.. hihihi.. setidaknya kita bersedekah dengan lisan kita (berdo’a).
=> yuk..
Numpang mampir bro.. lama saya ga berkunjung.. pha kabar?
btw artikel nya bagus banget, mengingatkan kita yang memiliki rejeki lebih baik, untuk selalu jadi penderma thdp org tidak mampu.. krn dalam rejeki yg kita terima memang ada hak mereka..
=> silahkan sub.. hamdulillah kbr baik. hanya sebuah cerita dalam perjalanan di kereta api kok..
sungguh menamparku..
kadang aku terlupa, kupalingkan wajah saat meraka mengiba..
astaghfirulloh… ampuni aku Ya Alloh…
=> wah boss, muup.. aku ga’ sengaja menampar si boss.. hehehe…
merinding aku bacanya Mas…
Insyaallah aku selalu ingat atas rizki mereka yang dititipkan pada setiap rizki ku….
=> hm.. alangkah indahnya berbagi terhadap sesama, ga ada istilah si kaya dan si miskin ^_^
hmm………..abang banget dech kalau postingan seperti ini, sesuai dengan pemiliknya baik hati
salam hangat dalam dua musimnya blue
=> ah blue terlalu berlebih.. blue lebih romi dalam karya2nya kok.
Sore
=> dah smpe 3 diva nda..? hati2 yah
[...] untuk Ammu Itmam maaf baru ditulis ceritanya To be continued InsyaALlah : [...]
Assalamu’alaikum wr wb….
lama nian tidak bersua… bagaimana punya kabar kakang nun jauh disana? semoga selalu sehat ya…
Ceritanya begitu menyentuh… terimakasih telah berbagi cerita yang mengingatkan ^^
salam…
=> wa’alaikumsalam wr. wb…
iya nich, mas agung juga baru muncul kepermukaan.. (atau aku yang terlalu lama berendam yah)..
makasih kembali mas, saling mengingatkan aja..
sedekah…sedekah…jangan pelit!!!
btw, ikut kuis tebak2an yuk, cukup jawab “Guess the Star Who Is The Artist” di kolom komen. hadiahnya $10USD atau top level domain untuk 1 tahun. enak kan kalo punya domain sendiri…yukk.
selamat malam bang
pa cabar?
semangat ya ok
salam hangat selalu
semga kita tidak lupa bersedekah
walaupun sedikut yg penting ikhlas..
he3x..
salam..
sore sangatlah cerah banget disini bang
pa cabar?
salam hangat selalu
Assalaamualaikum Selamat ya!:)
Ingat simbok…
*pingin nangis…*
Terima kasih dah mengingatkan…
hidup di asrama,
gak pernah ke mana2
jarang bertemu orang2
saya jadi ketampar juga..
Indah nian bang, isi tulisannya…
(*garuk-garuk kepala) kemana yah ?
Aku kok suka ya nama kota Alexandria itu…. nama yang sangad bagus….
Semoga bahagia adik manizzzz… ^_^
wanita yang perkasa…penuh syukur dan berserah diri. Allah akan selalu menjaganya.
blue datang bang
pa cabar?
semangat ya ok
salam hangat selalu
[...] 23, 2009 oleh hmcahyo .. Bi, aku ingin nabung di surga [habib] .. Mi, apa anak yang ngasih uang ke orang tua itu masuk surga? [dayyan] *** Beberapa [...]
pagi bang
pa cabar?
semangat ok
salam hangat selalu
1………..
2………..
3………..
(*menghitung hari)
selamat malam bang
pa cabar?
ikutan arisannya blue lagi maukan
salam hangat selalu
mas dapet award dari saya .. http://newbiedika.wordpress.com/2009/06/26/baru-dikerjain-sekarang-pr-nya/
pa cabar?
salam hangat selalu
Ayah..
hallo mas itman…
blog gw skarang kembali hidup…
ad post baru tuh d blog gw mas…
diksi yg bagus, bermakna..
gimana kabar? sehat terus ya bro.. ^_^
Saya SUKA banget dengan tulisan abang kali ini …. SUKA banget !!
selamat malam bang
pa cabar?
miss u
semangat ya
salam hangat selalu
saya sampe 2x baca artikel ini, sesuatu yg jarang saya lakukan.. artikel ini menggugah saya. makasih sahabat.. saya suka alexandria, lhasa, shinjuku park..
Maem dulu yah…jangan telat
lama aku ga maen ke mas itmam lagi , sekarang bolehlah aku bertamu ke mas , salam hangat mas.
indah sekali bahasanya..
salam hangat selalu
nanti kalau abang tak sibuk
harus kunjungi blue yah
ok
salam hangat selalu
Subhanallah…
ketika orang mengartiakan cinta, mungkin klo di ucapakan atau di ungkapkan dalam tulisan sangatlah sulit, tapi ketika di ungkapkan dengan hati pastilah terasa