Beranda Cinta

Icon

Wanita di Ujung Senja

Peluhnya masih bercucuran membasahi baju hitamnya yang sudah semakin lusuh. Jalannya tergopoh menahan derita dipundaknya yang tak kunjung reda, cobaan dan terpaan dari sang pemilik kerajaan langit dan bumi tak membuatnya redup. Tangisan bocah dalam gendongannya seolah meneriakkan kepada wanita tua itu untuk tetap tegar menapaki hari walau tanpa lelaki yang menjadi tumpuan dan sandaran jiwanya.

Kereta masih terus berjalan melintasi sawah-sawah para petani yang nampak sudah mulai menguning, dan terlihat kebun-kebun buah yang siap untuk di panen, menyambut musim panas, membasahi kerongkongan penduduk negeri gurun yang lelah dan dahaga.

Sejenak kedua mata itu menatapku dengan tajam, membelalakan kedua bolamatanya yang tersembunyi dalam kepiluan, sesaat kemudian senyumannya tersungging diantara kedua bibirnya yang semula tertutup rapat, nampaknya, tak ada sisa makanan yang ia dapatkan di senja ini. Dia terus menatapku yang terselip diantara lelaki berjubah putih berjenggot tebal dan panjang. Sosokku yang terlihat aneh diantara kerumunan membuat wanita renta itu berjalan mendekat, menjulurkan tangan kanannya yang tergetar dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.

Kusambut tangan lembut itu dengan selembar poundsterling, dengan harapan dari yang kecil ini, dapat membantunya mengiringi langit senja yang semakin memerah. Dalam kegirangannya, bocah kecil dalam gendongan yang sedari tadi menangis pilu, kini suaranya berangsur pelan dan semakin terdengar lirih. Dari kedua bibirnya terucap

“Syukron Yabni, Rabbana naggahku”

Terima kasih nak, semoga Tuhan menyelamatkanmu.

Keretapun terus berjalan menyusuri lajurnya, tanpa hiraukan antrian kendaraan disetiap pintu lintasan kereta, melaju kencang menembus kerumunan dan lorong-lorong tuk menepati janjinya mengantarkan penumpang sampai di cairo dengan selamat.

(Sebuah Perjalanan dari Alexandria – Cairo)

***

Sahabat, ada secuil rezeki mereka yang Allah titipkan pada kita. Akankah kita biarkan nenek tua yang merajuk di jalanan mengais sisa-sisa makanan, berharap sekocek receh dari para penderma. Mungkinkah hati kecil kita tak pernah berontak melihat anak jalanan yang telah dirampas usianya demi bertahan hidup, mereka mengorbankan masa belajarnya, meninggalkan bangku sekolah yang kelak menjadi tumpuan masa depan dan cita-citanya sekedar untuk mencari sesuap nasi?

Filed under: Religi

45 Responses

  1. cenya95 says:

    Kusisihkan penghasilanku 2,5%, kan kuberikan kepada yang berhak mendapatkannya.
    salam superhangat

    => wah mas cenya bener2 hamba yang selalu mensyukuri nikmat-Nya.. semoga dapat ditiru oleh saudara2 kita yg blm sadar akan indahnya berbagi

  2. kawanlama95 says:

    Kang aku senang dengan tulisanmu mas . ini mengingatkan kita agar terus berinfaq. Insya Allah aku sisihkan setiap Hari Insya Allah walau sedikt moga berlanjut terus . Mas mampir ya berbagi sedikit datang ya

    => hanya lamunan di kereta saja kawan.. infaq itu walau sedikit yang penting ikhlas.. :)
    semoga mendapat balasan yang berlipat ganda, sebagaimana yang telah Allah janjikan kpd kita… “Innalloa la yukhliful mi’ad”

  3. aDhani says:

    Sedekah bs menghalau musibah. Trimakasih trs diingatkan. Btw dgr2 dah jadian ni,uhm slamat ya!

    => bener kang, biar ga bencana terus, ayo pada rajin sedekah.. hihihi.. setidaknya kita bersedekah dengan lisan kita (berdo’a).

  4. aidicard says:

    Numpang mampir bro.. lama saya ga berkunjung.. pha kabar?

    btw artikel nya bagus banget, mengingatkan kita yang memiliki rejeki lebih baik, untuk selalu jadi penderma thdp org tidak mampu.. krn dalam rejeki yg kita terima memang ada hak mereka..

    => silahkan sub.. hamdulillah kbr baik. hanya sebuah cerita dalam perjalanan di kereta api kok.. :)

  5. muhamaze says:

    sungguh menamparku..
    kadang aku terlupa, kupalingkan wajah saat meraka mengiba..

    astaghfirulloh… ampuni aku Ya Alloh…

    => wah boss, muup.. aku ga’ sengaja menampar si boss.. hehehe…

  6. kenangamu says:

    merinding aku bacanya Mas…
    Insyaallah aku selalu ingat atas rizki mereka yang dititipkan pada setiap rizki ku….

    => hm.. alangkah indahnya berbagi terhadap sesama, ga ada istilah si kaya dan si miskin ^_^

  7. kezedot says:

    hmm………..abang banget dech kalau postingan seperti ini, sesuai dengan pemiliknya baik hati
    salam hangat dalam dua musimnya blue

    => ah blue terlalu berlebih.. blue lebih romi dalam karya2nya kok.

  8. Diajeng says:

    Sore :)

    => dah smpe 3 diva nda..? hati2 yah :)

  9. [...] untuk Ammu Itmam maaf baru ditulis ceritanya To be continued InsyaALlah : [...]

  10. Assalamu’alaikum wr wb….
    lama nian tidak bersua… bagaimana punya kabar kakang nun jauh disana? semoga selalu sehat ya…

    Ceritanya begitu menyentuh… terimakasih telah berbagi cerita yang mengingatkan ^^

    salam…

    => wa’alaikumsalam wr. wb…
    iya nich, mas agung juga baru muncul kepermukaan.. (atau aku yang terlalu lama berendam yah)..
    makasih kembali mas, saling mengingatkan aja.. :)

  11. Casual Cutie says:

    sedekah…sedekah…jangan pelit!!!

    btw, ikut kuis tebak2an yuk, cukup jawab “Guess the Star Who Is The Artist” di kolom komen. hadiahnya $10USD atau top level domain untuk 1 tahun. enak kan kalo punya domain sendiri…yukk.

  12. selamat malam bang
    pa cabar?
    semangat ya ok
    salam hangat selalu

  13. annosmile says:

    semga kita tidak lupa bersedekah
    walaupun sedikut yg penting ikhlas..
    he3x..
    salam..

  14. sore sangatlah cerah banget disini bang
    pa cabar?
    salam hangat selalu

  15. aDhani says:

    Assalaamualaikum Selamat ya!:)

  16. Nisa says:

    Ingat simbok…

    *pingin nangis…*

    Terima kasih dah mengingatkan…

  17. hidup di asrama,
    gak pernah ke mana2
    jarang bertemu orang2
    saya jadi ketampar juga..

  18. tuyi says:

    Indah nian bang, isi tulisannya…

  19. diajeng says:

    (*garuk-garuk kepala) kemana yah ?

  20. fitri says:

    Aku kok suka ya nama kota Alexandria itu…. nama yang sangad bagus….

    Semoga bahagia adik manizzzz… ^_^

  21. geRrilyawan says:

    wanita yang perkasa…penuh syukur dan berserah diri. Allah akan selalu menjaganya.

  22. kezedot says:

    blue datang bang
    pa cabar?
    semangat ya ok
    salam hangat selalu

  23. [...] 23, 2009 oleh hmcahyo .. Bi, aku ingin nabung di surga [habib] .. Mi, apa anak yang ngasih uang ke orang tua itu masuk surga? [dayyan] *** Beberapa [...]

  24. pagi bang
    pa cabar?
    semangat ok
    salam hangat selalu

  25. diajeng says:

    1………..
    2………..
    3………..

    (*menghitung hari)

  26. selamat malam bang
    pa cabar?
    ikutan arisannya blue lagi maukan
    salam hangat selalu

  27. pa cabar?
    salam hangat selalu

  28. rafki says:

    hallo mas itman…

  29. rafki says:

    blog gw skarang kembali hidup…

  30. rafki says:

    ad post baru tuh d blog gw mas…

  31. cantigi™ says:

    diksi yg bagus, bermakna..
    gimana kabar? sehat terus ya bro.. ^_^

  32. Rindu says:

    Saya SUKA banget dengan tulisan abang kali ini …. SUKA banget !!

  33. selamat malam bang
    pa cabar?
    miss u
    semangat ya
    salam hangat selalu

  34. cantigi™ says:

    saya sampe 2x baca artikel ini, sesuatu yg jarang saya lakukan.. artikel ini menggugah saya. makasih sahabat.. saya suka alexandria, lhasa, shinjuku park..

  35. diajeng says:

    Maem dulu yah…jangan telat :)

  36. Andioka says:

    lama aku ga maen ke mas itmam lagi , sekarang bolehlah aku bertamu ke mas , salam hangat mas.

  37. emfajar says:

    indah sekali bahasanya..

    salam hangat selalu :)

  38. nanti kalau abang tak sibuk
    harus kunjungi blue yah
    ok
    salam hangat selalu

  39. haniifa says:

    Subhanallah…

  40. eko prasetyo says:

    ketika orang mengartiakan cinta, mungkin klo di ucapakan atau di ungkapkan dalam tulisan sangatlah sulit, tapi ketika di ungkapkan dengan hati pastilah terasa

Leave a Reply